Tips Membuat Donat Sederhana di Rumah

Resep Donat ala J.CO yang Empuk dan Lumer di Mulut, Menggigit!

Di kala pandemi seperti ini kita diharuskan untuk membatasi aktifitas di luar rumah guna mencegah dan membatasi penularan virus dari tiap individu. Aktifitas di rumah seringkali dianggap membosankan sehingga setiap orang kini mencari aktifitas untuk mengisi kebosanan di rumah. Aktifitas memasak dianggap aktifitas yang cukup menyenangkan karena mampi menghilangkan kebosanan di saat beraktifitas di rumah saja. Selain aktifitas memasak dianggap menyenangkan, memasak juga mampu mengurangi aktifitas di luar rumah dan membatasi pembelian makanan di luar. Jenis makanan yang dimasak beragam mulai dari makanan berat hingga makanan ringan atau cemilan. Cemilan yang menjadi favorit orang salah satunya adalah donat. Donat adalah makanan yang termasuk jenis kue yang berbahan dasar terigu dan kebanyakan dibuat dengan cara digoreng. Donat kabarnya berasal dari Belanda, namun berdasarkan wikipedia donat berasal dari denmark yang dibawa oleh seorang kapten yang terbiasa membawa kue saat berlayar dan diletakkan di kemudi kapal sehingga  terdapat lubang di tengahnya

Membuat donat memang cukup sederhana mengingat resep donat kentang yang simple dan tidak memerlukan banyak bahan, yaitu terigu, gula, yest, kuning telur dan minyak untuk menggoreng. Meskipun bahannya sedikit namun tetap saja menghasilkan rasa yang enak. Donat sudah banyak sekali dijual mulai dari yang berasal dari produsen besar hingga skala rumahan, hal ini karena donat memiliki banyak peminat dan mudah untuk dibuat. Namun jika tidak berhati-hati, kegagalan saat membuat donat bisa saja terjadi seperti donat yang tidak mengembang bahkan bisa saja menjadi keras setelah digoreng. Untuk membuat donat yang anti gagal dan sederhana simak tips di bawah ini.

  1. Perhatikan bahan yang digunakan

Bahan-bahan membuat donat terdiri dari terigu, telur, mentega, gula yang dihaluskan dan ragi sebagai bahan tambahan wajib untuk membuat donat mengembang dan membentuk adonan seperti roti dan bertindak sebagai agen fermentasi. Banyak beberapa orang dan cukup mulai dikenal juga pembuatan donat menggunakan bahan tambahan kentang, hal ini bertujuan untuk menambah tekstur yang empuk dan renyah di bagian luarnya. Resep donat kentang sebenarnya sama saja dengan donat biasa, hanya menggunakan bahan tambahan donat yang direbus dan dihaluskan ke dalam adonan.  Penggunaan kentang biasanya kurang lebih hanya sebanyak 1:4 dari terigu atau juga 1:2.

  1. Waktu adonan diistirahatkan harus tepat

Dalam pembuatan adonan donat, ketika bahan telah tercampur rata, adonan harus didiamkan terlebih dahulu agar ragi menjalankan fermentasinya dengan baik. Biasanya waktu mendiamkan atau mengistirahatkan adonan berkisar di 40 menit, usahakan untuk tidak kurang dari waktu yang telah ditentukan untuk mengindari fermentasi yang kurang berjalan sempurna dan menyebabkan donat bantet. Hindari juga waktu yang terlalu lama agar menjaga proses fermentasi tidak berlebih yang menyebabkan donat akan kempes setelah selesai digoreng.

  1. Perhatikan cara penggorengan

Penggorengan donat juga harus diperhatikan karena adonan yang sempurna bisa saja gagal hanya karena salah metode penggorengan, gunakan minyak yang cukup banyak dan api yang cenderung sedang ke arah kecil untuk memastikan donat matang merata ke seluruh bagian di dalamnya sehingga donat akan mengembang dengan sempurna dan empuk ketika sudah matang. Selain itu menggunakan api yang cenderung kecil juga akan membuat bagian luar donat terasa lebih renyah.

Perlakuan donat setelah digoreng juga cukup penting, setelah donat digoreng usahakan tiriskan adonan semaksimal mungkin agar meminimalisir minyak yang terjebak di dalamnya yang akan menyebabkan donat menjadi basah di bagian dalam dan lama kelamaan akan mengeras dan berubah teksturnya, inilah kunci dari donat-donat yang dijual di pasaran tetap memiliki tekstur yang sama walau sudah disimpan seharian

Leave a Comment