Manfaat Sunat Menurut Syariat Dan Ajaran Agama

Dari Sisi Medis, Ini 7 Risiko yang Dihadapi Laki-laki yang Tidak Sunat

            Melaksanakan sunatan atau khitanan pada anak laki – laki memang dianjurkan baik secara ilmu medis maupun secara agama. Jika dalam ilmu medis proses sunat atau khitan bisa membuang kotoran – kotoran yang mungkin tersisa diantara kulit penis. Maka secara agama sunat diwajibkan kepada seluruh laki – laki sebagai syarat agar kelak laki – laki tersebut bisa menikah.

            Jika melihat kembali kepada sejarah sejak zaman dahulu bahkan khitanan sudah menjadi suatu kegiatan yang wajib dilakukan kepada anak laki – laki. Bahkan khitanan juga dianggap sebagai salah satu prosesi untuk pembersihan diri bagi anak laki – laki yang akan memasuki usia baligh atau dewasa.

            Dalam bahasa arab khitan sendiri berasal dari kata “Kha – ta – na” yang artinya memotong. Menurut beberapa ahli khitan tersebut ditujukan untuk para lelaki, sedangkan untuk kaum wanita maka disebut dengan istilah Khalidh. Sedangkan dalam istilah khitan sendiri memiliki arti memotong kulit yang menutupi bagian kepala zakar atau penis. Pada wanita khitan merupakan memotong daging yang menonjol diatas vagina.

            Hal mengenai khitan ini juga dijelaskan dalam surat Al Baqarah ayat 124 yang berisikan tentang :

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Rabb-nya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “JanjiKu (ini) tidak mengenai orang-orang yang lalim”.

Hal mengenai ketentuan khitan pun dijelaskan dalam hadits shahih dari Abu Hurairah r.a yang berkata :

“Lima dari fitrah yaitu khitan, istihdad (mencukur bulu kemaluan), mencabut bulu ketiak, memotong kuku dan mencukur kumis”.

            Jadi menurut agama khitan sendiri merupakan sesuatu yang sudah dijelaskan dalam syariat. Khitan ini merupakan salah satu tuntunan yang dilakukan oleh Rasulullah dan juga Nabi Ibrahim yang harus diikuti oleh umat manusia. Khitan ini dalam agama juga berfungsi untuk menghindari najis yang mungkin menempel pada bagian anggota tubuh saat hendak melaksanakan sholat.

            Dengan dilakukannya proses khitanan atau sunat tersebut maka najis yang mungkin menempel pada area sekitar kemaluan akan lebih mudah dibersihkan. Lain halnya jika kulit di area kepala zakar tidak dibersihkan maka potensi untuk adanya kotoran yang tersisa di area tersebut akan lebih besar. Tentunya hal tersebut akan mempengaruhi kesucian seseorang saat hendak melaksanakan ibadah.

            Selain agar bisa menghindari manusia dari kotoran atau najis yang mungkin menempel pada bagian tubuh tertentu. Ternyata khitan atau sunat ini juga memiliki beberapa manfaat lain yang bisa didapatkan, berikut manfaat melaksanakan khitan atau sunat dari segi Kesehatan.

  1. Mengurangi resiko infeksi saluran kencing, biasanya seringkali di dunia medis ditemukan penyakit fimosis dimana terjadi penyumbatan di area saluran kencing yang mengakibatkan setiap kali buang air kecil maka akan terasa sakit. Untuk menghindari hal tersebut salah satunya anda bisa melakukan khitanan agar tidak ada kotoran yang menyumbat saluran kencing tersebut.
  2. Menjaga kebersihan area kemaluan, dengan di khitan maka kebersihan area kemaluan akan lebih terjaga. Orang yang sudah di khitan bisa dengan mudah membersihkan permukaan kemaluan setiap setelah buang air kecil, lain halnya dengan orang yang tidak di khitan yang mungkin ada kotoran yang tersisa di sekitar kemaluan.
  3. Mencegah kanker penis, orang yang sudah disunat akan memiliki resiko terkena kanker penis yang lebih kecil karena area sekitar kemaluannya lebih bersih.

Leave a Comment